Kebiasaan Buruk Ini Penyebab Gigi Sensitif

Info Kesehatan – Seperti tidak ada habisnya jika kita ingin mencoba berbagai macam makanan dari berbagai penjuru Nusantara, bahkan bisa menjadi hobi yang menyenangkan. Namun jangan salah, hal itu justru bisa menjadi petaka saat Anda mengalami gigi sensitif.  
Apa pun yang akan Anda makan, terutama makanan yang panas, dingin, asam, dan manis akan menimbulkan rasa ngilu yang tajam sesaat pada gigi. Oleh sebab itu, pecinta kuliner, Bondan Winarno mengaku selalu mengutamakan kesehatan gigi.
“Setiap hari saya selalu ingin mencicipi berbagai jenis kuliner. Untuk menunjang itu, kesehatan gigi merupakan syarat utama. Kalau gigi sehat, apa saja bisa dicicipi. Es krim, bakso, soto panas, dan sambal mangga muda, semuanya bisa dinikmati kapan saja. Sensodyne membuktikan bahwa gigi sensitif itu bisa diatasi, sehingga kita tidak perlu lagi menghindari makanan dan minuman yang maknyus,” kata Bondan di kawasan Thamrin.
Sementara itu, ada beberapa penyebab gigi sentitif. Menurut Ariandes Veddytarro, GSK Dental Detailing Manager, hal tersebut bisa muncul dari kebiasaan buruk kita sehari-hari. Setidaknya ada tiga kebiasaan sehari-hari yang dapat menimbulkan gigi sensitif:
Menyikat gigi terlalu keras
Menyikat gigi hingga terlalu kuat tidak berarti membuat gigi menjadi semakin bersih. Soalnya, menyikat dengan keras bisa mengurangi email gigi.
Mengonsumsi asam yang berlebihan
Rasa asam juga ternyata bisa merusak lapisan email gigi. Sehingga lapisan email yang terkikis akan membuat dentin terbuka. Karena lapisan itu memiliki jutaan saluran kecil menuju syaraf, jika terbuka akan menimbulkan rasa ngilu yang menusuk.
Kebiasan gigi bergemeletuk
Kebiasaan yang ketiga ini lebih kepada hal yang tak disadari, biasannya sebagian orang tak sadar jika dirinya kerap menggemeletukkan gigi. Gesekan antara gigi itu ternyata bisa merusak lapisan email.
Oleh sebab itu, dengan mengetahui penyebab gigi sensitif, Anda bisa menghindarinya lebih dini. Atau memilih melindungi gigi Anda sejak awal dengan pasta gigi yang memiliki kandungan khusus untuk gigi sensitif.
“Penanganan hipersensivitas dentin cenderung empiris karena kurangnya pemahaman tentang penularan dari rasa ngilu melalui dentin. Namun, beberapa teori membuktikan bahwa pemblokiran saluran di dalam dentin (oklusi saluran dentin) sebagai salah satu syarat penting dari ‘desentisizing agent’ agar mampu secara efektif menghilangkan rasa ngilu pada gigi sensitif,” jelas Ariandes.
Sumber: okezone.com